Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng

SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut

Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng

SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut

Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng

SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut

Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng

SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut

Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng

SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut

Rabu, 24 Agustus 2022

Mengapa Latihan Upacara Memakai Bendera Hijau Kuning...?

Sebelum menjawab pertanyaan tentang penggunaan bendera hijau kuning pada saat latihan upacara, perlu sedikit diulas hal yang berkaitan dengan literasi. Kenapa...? karena literasi itu penting sebelum cari sensasi.🤭

Sumber Poto: Info Publik

Literasi yang baik dapat mengasah kemampuan untuk menjadi beripikir secara kritis, kreatif, inovatif serta menumbuhkan  rasa ingin tahu. Keterampilan berliterasi juga dapat mendorong untuk bisa memahami informasi secara reflektif dan analitis. Oleh karena itu, sebagai anak bangsa terlebih bagi yang berkecimpung dalam aktivitas ketatanegaraan harus sudah mulai menerapkan budaya membaca atau literasi.

Pentingnya literasi dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan kemampuan untuk  memahami informasi secara jelas. Penguasaan literasi ini penting dalam mencapai kesuksesan. Dengan berliterasi dapat mengembangkan wawasan seluas mungkin, sehingga semakin bertambahnya wawasan maka harapan dapat membawa dunia pendidikan Indonesia lebih maju.

Seorang intelek yang baik tidak mesti yang mempunyai gelar dan jabatan tinggi tetapi senantiasa tercemin pada kemampuan literasinya, sekolah tinggi tanpa literasi tidak akan berarti karena hasilnya "sakola tamat bodo angger".

Pentingnya kesadaran literasi sangat mendukung keberhasilan dalam membaca situasi dan kondisi serta menangani berbagai persoalan. Oleh karena itu, kunci dalam meningkatkan produktivitas bangsa adalah terletak pada keberhasilan kita dalam meningkatkan literasi. Marilah kita semua merubah pola belajar dengan memperbanyak literasi.

Kembali kepertanyaan diawal, mengapa latihan upacara memakai bendera hijau kuning..? banyak jawaban dari pertanyaan tersebut, salahsatunya karena latihan pengibaran bendera cukup beresiko terhadap bendera merah putih. Oleh karena itu untuk mengantisipasi kerusakan bendera warna merah putih saat latihan pengibaran bendera, juga sebagai bentuk nasionalisme untuk menjaga keutuhan nilai-nilai merah putih, maka saat latihan menggunakan warna lain seperti warna hijau kuning walaupun tidak ada ketentuan secara khusus untuk memakai warna tersebut.

Ketentuan mengenai pemakaian bendera merah putih  terdapat dalam UUD 1945 yang kemudian diatur dalam PP: 40 Tanggal 28 Juni 1945 (Lambang Negara “Indonesia”) 1958 – 1968 dan penjelasannya terdapat dalam lembar 1033.

Demikian.

a.n

#salam_literasi

====

(Berbagai Sumber)

Share:

Sabtu, 20 Agustus 2022

Menumbuhkan Minat Menulis Generasi Milenial

Kegiatan Pembelajaran di SMP Negeri 4 Pakenjeng (ilustrasi)
Kegiatan Pembelajaran di SMP Negeri 4 Pakenjeng (ilustrasi)
Generasi milenial diartikan sebagai generasi anak muda yang mempunyai minat dan perhatian yang serba modern, kritis, update informasi aktual, dengan gaya hidup yang serba instan dan mudah menerima pembaharuan dalam segala lini kehidupan. Generasi milenial lebih banyak hidup di dunia maya dibanding di dunia nyata. Dengan adanya gadget ditangannya, maka dia bisa berinteraksi dengan siapa saja, kapan saja, dimana saja tanpa adanya batasan ruang dan waktu.

Generasi milenial memang akrab dengan kegiatan menulis, meskipun kadang-kadang tulisannya berpotensi membahayakan diri sendiri, karena tanpa adanya pikir panjang dengan mudah merangkai kata untuk menghakimi seseorang di media sosial, atas pendapat dan perbuatan seseorang yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang dia pegang.

Antusiasme generasi milenial terhadap dunia tulisan bisa dikatakan cukup tinggi, akan tetapi belum disertai dengan data dan fakta atas suatu permasalahan yang ada, dan juga belum bisa memberikan sumbangan pemikirian yang logis dan sistematis terhadap kemajuan bangsa dan tanah air Indonesia.

Mestinya jika kegemaran menulis disalurkan berupa opini yang dimuat di surat kabar baik cetak maupun digital akan mendapatkan nilai lebih. Selain berpotensi terkenal akan ide-ide kreatif dan pendapat yang kritis terhadap suatu kebijakan pemerintah, juga akan mendapatkan apresiasi dari pembaca.

Sejauh ini memang kegiatan menulis erat kaitannya dengan aktivitas membaca. Seseorang yang gemar menulis panjang dan lebar hampir bisa dipastikan gemar membaca, karena perbendaharaan kata yang tersimpan dalam memori otak akan cukup banyak, sehingga tidak sulit merangkai kata hingga berpuluh-puluh lembar halaman.

Menumbuhkan minat menulis opini di media massa bagi generasi milenial memang tidak mudah. Karena selain diperlukan peran aktif dalam update perkembangan isu aktual, juga perlu dibekali keilmuan yang memadai. Sehingga sumbangan pemikirian bisa mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, karena memang apa yang ditulis mempunyai keberpihakan kepada rakyat baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik, pendidikan, hukum dan ham.

Mengenai media mana yang tepat untuk menyalurkan aktivitas menulis, sebenarnya tidak sulit untuk menemukannya. Di Indonesia ada banyak sekali surat kabar nasional dan lokal/daerah, baik versi cetak maupun versi website. Di Jawa Barat sendiri ada banyak media massa cetak yang selalu menyajikan kabar aktual setiap minggunya. Yaitu surat kabar Pikiran Rakyat. Surat kabar tersebut merupakan sarana yang tepat untuk belajar dan mengasah kemampuan menulis generasi milenial.

Jika tulisan artikel opini yang dikirim bisa dimuat oleh surat kabar tersebut, artinya pihak redaksi percaya bahwa tulisan tersebut memenuhi syarat yang ditetapkan oleh surat kabar sebagai sebuah opini publik yang baik dan sesuai standar penulisan Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Sehingga dari situ sudah saatnya para generasi milenial bisa memanfaatkan ruang aspirasi publik untuk mengemukakan uneg-uneg yang ada dalam fikiran, untuk selanjutnya dituangkan kedalam tulisan berbentuk opini.

Kolom opini yang ada dalam surat kabar memang ditujukan untuk publik/masyarakat luas sebagai bentuk pendapat dan aspirasi masyarakat atas suatu permasalahan aktual. Hal ini tentu berbeda dengan menulis status di media sosial yang selalu dibayangi oleh UU ITE. Dimana jika ada pihak-pihak lain yang merasa dirugikan dan dicemarkan nama baiknya bisa berpotensi sampai ke meja hijau.

Kemudahan menulis status opini di media sosial dan dibaca ribuan orang cukup berisiko hoaks dan menimbulkan kegaduhan sosial jika tidak disertai dengan data dan fakta yang jelas. Terlebih lagi jika tulisan yang di unggah viral dan menjadi trending di jagad maya. Berbeda dengan tulisan opini di media massa, dimana artikel yang masuk akan disaring dan diseleksi oleh pihak redaksi, sehingga tulisan-tulisan yang berkualitaslah yang akan dimuat di surat kabar.

Bagi generasi milenial, terutama para siswa aktif di sekolah dasar/menengah, keterampilan menulis perlu di asah sejak dini. Hal itu dikarenakan sebagai upaya melatih dan belajar menyusun sebuah tulisan yang berbobot agar nantinya ketika menghadapi tugas sekolah sudah tidak asing lagi dengan kehidupan menulis dan mengolah data.

Tidak sedikit para siswa yang asal-asalan dalam mengerjakan tugas sekolah menyusun makalah/laporan. Hanya menyalin dari internet apa adanya “copy paste”. Mestinya jika para siswa punya keterampilan menulis, tidak akan kesulitan mengerjakan tugas makalah/laporan, karena sudah terbiasa dengan kegiatan tulis menulis.
Share:

Rabu, 20 Juli 2022

Media Informasi Digital, Peluang dan Tantangan

Ilustrasi
Teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini tumbuh dan berkembang cukup pesat. Hal itu sebagai konsekuensi era disrupsi dan masuknya revolusi Industri 4.0. Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sekitar 270 juta jiwa merupakan pangsa pasar potensial bagi pengusaha media yang bisa memanfaatkan momentum ini.

Koran cetak, dahulu merupakan satu-satunya sumber berita aktual yang selalu ditunggu oleh masyarakat setiap pagi hari. Namun, kini setelah adanya perkembangan internet, tidak sedikit orang yang menggunakan smartphone untuk mengakses informasi terbaru melalui handphone yang terhubung internet. Hanya sekali klik, berita aktual muncul setiap menit dari berbagai portal berita online.

Masyarakat tidak perlu menunggu pagi hari untuk mendapatkan informasi, tapi setiap detik pun kabar berita datang silih berganti. Selain itu, berita internet bisa diakses secara gratis, tanpa mengeluarkan biaya dalam memperolehnya. Hal ini tentu berbeda dengan koran cetak.

Tidak heran jika era 2000-an banyak koran cetak nasioanl/lokal yang bermetamorfosis dan mengembangkan bisnisnya melalui media website. Hal itu dilakukan agar tidak semakin tertinggal dan agar bisa mengkover audience dari berbagai kalangan, termasuk kaum milenial.

Website Building
Untuk membangun sebuah situs website sebenarnya tidak memerlukan biaya mahal. Sewa hosting dan domain per tahun memerlukan biaya relatif murah untuk kapasitas hosting unlimited. Tentu hal ini sangat menghemat produksi berita, dibandingkan media cetak.

Thema website juga bisa menggunakan yang gratis, selain ada juga yang premium. Tergantung dari pemilik website itu sendiri. Mengingat fitur dan fasilitas theme juga tidak sama. Artinya jika menggunakan theme premium mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan theme gratis.

Adapun artikel berita/informasi bisa di update setiap menit sekali, atau bahkan setiap detik. Sehingga lebih mudah, cepat, dan efektif dalam memberikan kabar aktual kepada pembaca. Tanpa perlu menanti setiap pagi atau setiap seminggu sekali. Kecepatan dan kemudahan informasi inilah yang memberikan minat dan daya tarik masyarakat cukup tinggi, selain faktor gadget yang mendukungnya untuk akses internet.

Meskipun demikian, dibutuhkan pengetahuan yang komprehensif untuk membangun sebuah website. Minimal tahu dan paham persoalan teknis seperti publikasi posting/artikel, insert gambar/video, atau HTML/PHP yang lazim terdapat dalam sebuah website. Sehingga keberadaan sebuah web bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Jangkauan Audience
Audience tidak hanya menjangkau lingkup lokal saja, melainkan juga hingga regional, nasional, dan bahkan hingga internasional. Sehingga potensi untuk memperoleh pembaca cukup luas dengan media website bagi sebuah portal berita.

Pembaca bisa diklasifikasikan menjadi pembaca tetap (berlangganan) dan pembaca baru. Pembaca baru umumnya berasal dari mesin pencari, sedangkan pembaca tetap bisa berasal dari follower sosial media, aplikasi, dan email berlangganan.

Untuk menjangkau berbagai audience, baik umur, jenis kelamin, lokasi, dan profesi diperlukan konten artikel yang beranekaragam. Sehingga potensi keterbacaan berita bisa luas yang bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik lokal/daerah, nasional, dan manca negara.

Biasanya ada trend informasi/berita setiap harinya. Ini bisa dilihat dari google trend ataupun trending topic twitter. Bisa juga dilihat dari portal berita lain mengenai isu aktual nasional dan internasional yang sedang hangat diperbincangkan.

Traffic Website
Pembaca bisa berasal dari mana saja dan kapan saja. Sejauh ini sumber traffic paling besar berasal dari mesin pencari seperti Google, Yahoo, dan Bing. Selain itu juga bisa berasal dari sosial media, referral, dan direct. Termasuk aplikasi website playstore (android) dan appstore (iOS) juga memberikan kontribusi terhadap statistik traffic website.

Untuk bisa memperoleh traffic/kunjungan yang tinggi, misal ribuan, puluhan ribu, atau bahkan jutaan per hari, dibutuhkan pengetahuan SEO yang baik. SEO atau Search Engine Optimization merupakan teknik optimasi yang digunakan oleh webmaster (pemilik web) untuk mendongkrak sebuah website meraih posisi atas pada halaman hasil mesin pencari secara tertarget sesaui kata kunci tertentu.

Hal tersebut bisa memerlukan waktu. Mungkin seminggu, atau bahkan sampai berbulan-bulan. Hal itu karena SEO tidak menampakkan hasil dalam semalam. Konsistensi dan persistensi dalam update berita aktual menjadi suatu keharusan jika ingin mengikuti arus perkembangan teknologi digital. Karena jika berhenti update saja dalam hitungan minggu atau bulan, dikhawatirkan akan ditinggalkan oleh pembaca setianya.

Sistem Monetasi
Ada berbagai macam sumber penghasilan pada portal berita online. Umumnya berasal dari pihak ketiga (direct advertiser) yang memasang iklan di sebuah website. Iklan bisa berupa artikel review, iklan teks dan banner, dan liputan advertorial. Selain itu, juga bisa berasal dari pembaca yang berlangganan epaper premium.

Monetasi lain bisa juga menggunakan layanan Google AdSense. Yaitu program Pay Per Click (PPC) dari Google dalam memperoleh penghasilan (passive income). Tentu ada pembagian penghasilan jika mengikuti program layanan ini.

Besarnya jumlah penghasilan ditentukan oleh traffic/lalu lintas kunjungan sebuah website portal berita. Artinya, semakin tinggi traffic website, maka potensi penghasilan semakin besar.

Mengingat potensi yang besar tersebut, sudah saatnya media cetak perlu mengikuti arus kemajuan teknologi. Yakni dengan mengembangkan sayapnya melalui portal berita berbasis website. Sehingga harapannya, kedepan media yang kita cintai ini bisa terus survive sepanjang masa dan tetap konsisten menyajikan berita aktual kepada para pembaca setianya.
Share:

Kamis, 30 Juni 2022

Rasa Haru Selimuti Santunan Yatim Piatu Di SMPN 4 Pakenjeng

 4pkj.sch.id_ Sebanyak 46 siswa yatim piatu yang terdiri dari 28 orang siswa SMPN 4 Pakenjeng dan 18 orang siswa SMK PGRI 1 Pakenjeng mendapatkan santunan dari Bupati Garut yang diberikan pada rangkaian acara paturay tineung dan kenaikan kelas SMP dan SMK pada hari Jumat tanggal 24 Juni 2022.

Pembetian santunan yatim piatu
(dok. pribadi)

Santunan tersebut disampaikan Ade Manadin, S.Pd., M.Pd tokoh pendidikan Kabupaten Garut dan Tatang Sumirat, S.IP anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Garut yang hadir selaku undangan kehormatan.

Dalam sambutannya, Ade Manadin mengapresiasi kegiatan paturay tineung dan kenaikan kelas yang dirangkaikan dengan santunan yatim piatu dan mengucapkan terimakasih kepada Kepala SMPN 4 Pakenjeng yang telah inisiatif menyelenggarakan acara akhir tahun di sekolah. 

Pembetian santunan yatim piatu
(dok. pribadi)

Selain itu beliau mengajak orang tua yang hadir agar menyekolahkan putra putrinya kejenjang yang lebih tinggi, SMPN 4 Pakenjeng dan SMK PGRI 1 Pakenjeng adalah solusi sebagai sekolah lanjutan yang ada di daerah.

Beliau menekankan bahwa pendidikan adalah hal dasar yang menjadi pijakan dalam hidup, karena dengan pendidikan akan merubah segalanya, baik dalam perkembangan kehidupan pribadi maupun dalam tatanan kehidupan sosial bermasyarakat.

Kegiatan yang didukung oleh BAZNAS Kabupaten Garut, Bank BJB Cabang Garut dan IKA Alumni SMPN 4 Pakenjeng disambut baik oleh masyarakat. "Ini merupakan kegiatan positif yang sangat berguna bagi masyarakat, semoga menjadi keberkahan bagi orang yang memberi dan menerima santunannya." Ungkap Saepuloh, S.Pd. salah seorang tokoh masyarakat yang ikut hadir dalam acara tersebut.

                                 (dok. pribadi)

Senada dengan Saepuloh, Sadid Soleh dan Teti Hermayanti guru SMPN 4 Pakenjeng yang senantiasa aktif membantu dalam kegiatan ini sangat mengapresiasi dan mendukung upaya pemberian santunan bagi yatim piatu agar diagendakan berlanjut setiap tahunnya.

Dalam acara santunan yang dilaksanakan malam hari, rasa haru menyelimuti asa seluruh masyarakat yang hadir bahkan sampai meneteskan air mata hingga tersedu-sedu.

==AN==

Share:

Rabu, 29 Juni 2022

Dimyati, Guru Berprestasi Dari Pelosok Desa

 4pkj.sch.id_ Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 36 Ayat (1)  mengamanatkan bahwa “Guru yang berprestasi, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan. Demikian bentuk perhatian pemerintah terhadap guru yang mengabdi di tingkat satuan pendidikan. 

Pemberian penghargaan dari Bupati Garut yang disampaikan oleh Kadisdik Garut
(dok.pribadi)

Jumat 24 Juni 2022 merupakan hari bersejarah bagi SMPN 4 Pakenjeng karena pak Dimyati, S. Pd. salah seorang guru senior diberi penghargaan sebagai guru prestasi yang diberikan oleh Bupati Garut melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Ade Manadin, S.Pd., M.Pd. Penghargaan tersebut disampaikan pada saat acara paturay tineung dan kenaikan kelas SMPN 4 Pakenjeng dan SMK PGRI 1 Pakenjeng.

Bukan tanpa alasan pemberian  penghargaan tersebut karena berdasarkan rekam jejak yang ditorehkan selama mengabdi sebagai guru dan memiliki pengalaman mengajar dari jenjang SD, SMP dan SMK. 

Berpoto bersama Kadisdik Garut dan Kepala SMPN 4 Pakenjeng
(dok.pribadi)

Selain pengalaman mengajar, beliau  juga aktif diberbagai kegiatan profesi keguruan, workshop, seminar dan kegiatan lainnya. Keaktifan tersebut menghantarkannya terpilih sebagai guru berprestasi tahun 2022 setelah sebelumnya lolos seleksi sebagai kepala sekolah.

Ketika dikonfirmasi setelah terpilihnya sebagai guru berprestasi, Dimyati mengatakan bahwa penghargaan yang diterimanya diharapkan menjadi penyemangat untuk lebih baik lagi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

Saya ucapkan banyak terimakasih kepada rekan guru, keluarga dan semua pihak yang telah mengapresiasi dengan penghargaan ini, semoga dapat meningkatkan pendidikan kedepannya, ungkap Dimyati.

==AN==

 


Share:

Selasa, 21 Juni 2022

Mengapa Guru Harus Menulis?

Bapak Aceng Juhara, S.Pd. Saat Menjadi Pembina Upacara (Ilustrasi)
Bapak Aceng Juhara, S.Pd. Saat Menjadi Pembina Upacara (Ilustrasi)
Adalah sebuah keniscayaan bagi seorang guru untuk menghasilkan tulisan berkualitas. Sebagai insan terdidik dan punya kapasitas dalam bidang pendidikan, bukan hal yang mustahil untuk menyusun karya tulis ilmiah. Terlebih lagi, salah satu syarat untuk kenaikan pangkat/golongan kepegawaian adalah publikasi ilmiah bagi guru.

Memang, tugas seorang guru tidak ringan. Selain memiliki kewajiban dan tanggung jawab mengajar di kelas, guru dibebani berbagai macam tugas administrasi sekolah. Sehingga waktu luang guru bisa dikatakan tidak banyak. Hal ini sering menjadi resisten publikasi ilmiah guru. Meskipun demikian, persoalan tersebut sebenarnya bisa diatasi jika guru bisa mengorganisir waktu dengan baik. Sehingga punya waktu untuk menghasilkan karya tulis.

Publikasi ilmiah bagi guru tidak hanya sebatas jurnal penelitian dan buku, melainkan juga artikel ilmiah populer yang diterbitkan oleh media massa. Artikel jenis ini bisa dikatakan cukup ringan dalam segi penulisan, karena cukup dengan 2-3 lembar halaman saja. Tentu berbeda dengan jurnal ilmiah atau buku yang membutuhkan puluhan/ratusan halaman.

Di Indonesia sendiri ada berbagai media massa nasional, regional, dan lokal baik versi cetak maupun digital. Tentu, keberadaan media tersebut sedikit-banyak bisa membantu guru dalam hal publikasi artikel ilmiah.

Ada berbagai keuntungan bagi guru jika menulis artikel ilmiah populer di media massa. Pertama, tidak memerlukan tulisan yang panjang. Kedua, jumlah media tidak sedikit, sehingga banyak pilihan sarana publikasi. Ketiga, memperoleh keuntungan ganda, selain poin angka kredit, juga mendapatkan koin.

Adapun besaran angka kredit tidak sama. Menurut PermenPANRB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, publikasi artikel ilmiah popular di media massa nasional nilainya sebesar 2, kemudian media regional sebesar 1,5 jika artikel guru dimuat.

Meskipun demikian, persoalan yang menjadi kendala dalam publikasi di media massa adalah tingginya persaingan diantara pengirim artikel. Karena setiap hari bisa mencapai puluhan pengirim yang masuk ke meja redaksi, sehingga pihak redaksi perlu melakukan seleksi artikel untuk diterbitkan. Sehingga tidak jarang tulisan yang dikirim tidak kunjung dimuat, alias ditolak.

Ada berbagai strategi agar karya tulis guru bisa diterbitkan di media massa, baik skala nasional maupun regional/lokal. Pertama, pemilihan topik artikel diharapkan up to date, artinya isu yang diangkat sedang hangat diperbincangkan. Terutama persoalan yang menyangkut khayalak umum dan menjadi perhatian masyarakat nasional. Kedua, relevansi topik artikel dengan bidang keahlian. Sehingga penulis bisa mengidentifikasi masalah dan memberikan opsi-opsi alternatif solusi sesuai dengan kapasitasnya, dalam hal ini berkaitan dengan bidang pendidikan. Ketiga, penggunaan bahasa penulisan. Diharapkan sesuai dengan standar Bahasa Indonesia baku dan sesuai EYD, dan dengan susunan kalimat yang ringkas, padat dan jelas. Sehingga bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Secara teoritis terlihat sederhana, namun dalam prakteknya dibutuhkan usaha lebih. Perlu adanya latihan menulis secara berkesinambungan. Selain itu juga perlu upgrade ilmu pengetahuan untuk menunjang kapasitas sebagai pendidik. Dan yang tak kalah penting adalah perlu mengikuti isu perkembangan aktual yang tengah terjadi di masyarakat.

Sumbangan pemikiran guru akan sangat berarti bagi khalayak umum, jika mampu menghasilkan karya tulis yang inovatif, kreatif, dan orisinil. Tidak hanya mencerahkan para siswa di kelas, tapi juga masyarakat luas akan merasakan manfaatnya atas sumbangan gagasan seorang guru. Tetap semangat menghasilkan karya, wahai pahlawan tanpa tanda jasa.
Share:

Rabu, 15 Juni 2022

SMPN 4 Pakenjeng Laksanakan IHT Jelang Implementasi Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler dengan jalur mandiri belajar yang beragam di mana konten atau projek akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Dalam menindaklanjuti Program Pemerintah tentang Kurikulum Merdeka tersebut, SMPN 4 Pakenjeng Kabupaten Garut melaksanakan IHT Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dengan tema ‘Kaji Rancang Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Jelang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM)” pada tanggal 15 juni 2022 yang bertempat di Aula Laboratorium SMPN 4 Pakenjeng sebagai langkah awal untuk mengembangkan kompetensi guru ke depannya. 

Rangkaian kegiatan IHT
Acara yang dihadiri Kepala Sekolah dan perwakilan guru dari sekolah se-wilayah Kecamatan pakenjeng juga dihadiri oleh para pengawas bina sekolah dan unsur komite sekolah serta tamu undangan.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMPN 4 Pakenjeng Aa Kusdinar, S.Pd., M.Pd. Dalam kegiatan ini dihadirkan narasumber dari dinas Penddikan Kabupaten Garut yang diwakili oleh Ketua MKPS SMPN Kabupaten Garut Soni Mulyadi Supriadi, S.Pd., MM, Pengawas bina sekolah Dr. Ajang Rusmana, S.Pd., M.Pd dan Dr. Endang K Supardi, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya Aa kusdinar, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa IHT ini bertujuan untuk menggugah pikir dan rasa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah berdasarkan kepada nilai-nilai merdeka belajar. 

Senada dengan Kepala Sekolah, H. Wahyu, S.Pd selaku komite sekolah mengharapkan ada edukasi baru  dalam kegiatan IHT guna menyongsong pengembangan sekolah yang mampu mendorong kemamapuan siswa dalam segala bidang berupa inovasi yang berdampak dalam kehidupan masyarakat.

Pemaparan materi oleh Narasumber
Sementara itu Ketua MKPS SMPN Kabupaten Garut menyambut baik pelaksanakan IHT, beliau berharap dengan diadakannya kegiatan ini guru-guru mampu mentransformasi pembelajaran menjadi lebih berpihak kepada siswa dan juga mampu menerapkan pembelajaran yang menarik dan kreatif serta mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis merdeka belajar dalam rangka mewujudkan siswa SMP yang memiliki Profil Pelajar Pancasila.

Dalam penyampaian materi di kegiatan IHT dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama sekaligus Opening Ceremony dibuka langsung oleh Kepala Sekolah. Kemudian sesi dua diisi oleh Dr. Ajang Rusmana, S.Pd., M.Pd dengan penyajian materi yang diawali dari sosialisasi dan arah kebijakan serta permen kurikulum merdeka. Ada beberapa materi yang disampaikan yaitu  Materi Penyusunan Dokumen KOS (Kurikulum Operasinal Sekolah), Modul Ajar, Alur Tujuan Pembelajaran dan Capaian Pembelajaran (CP). Pada sesi dua ini disajikan pula  Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang disampaikan langsung oleh Dr. Endang K Supardi., S.Pd., M.Pd.

Pemaparan oleh Narasumber
Pada materi sesi tiga disampaikan oleh Soni Mulyadi Supriadi, S.pd., M.Pd yang menyampaikan materi tentang pengembangan materi belajar yang searah dengan rencana pengembangan sekolah. Program merdeka belajar selain memberdayakan kreatifitas warga sekolah juga harus didukung  dengan keberadaan teknologi digital dan virtual yang dapat memberikan alur yang tepat untuk memerdekakan belajar.

Merdeka belajar tidak harus selalu berupa pembelajaran menggunakan teknologi digital, hal ini bagaimana guru dapat membangun pembelajaran yang menyenangkan dan unsur merdeka belajar dapat terintegrasi sesuai apa yang dibutuhkan peserta didik. Proses pembelajaran yang sejatinya dapat mengena hati peserta didik sehinngga image profil pelajar pancasila dapat dimiliki para pelajar Indonesia dengan alur pembelajaran merdeka belajar.

Guru-guru peserta IHT
Guru-guru nampak sangat antusias dalam mengikuti in house training ini terbukti terjadinya interaksi dan tanya jawab peserta dengan narasumber sehingga semakin menambah informasi serta kejelasan mengenai pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Adapun manfaat IHT ketika sudah memasuki  tahun ajaran baru Guru sudah punya gambaran dan pedoman program yang dapat digunakan sebagai acuan dalam kegiatan pelaksanaan pembelajaran di SMPN 4 Pakenjeng.

Acara yang berakhir pukul 15.00 WIB berjalan lancar dan tertib. Untuk mengoptimalkan materi IHT, kegiatan berlanjut dengan moda daring guna mencapai 32 jam pelajaran. 

=====

AN

Share:

Follower

Find US

Download Aplikasi Android SMPN 4 Pakenjeng