Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng

SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut

Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng

SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut

Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng

SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut

Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng

SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut

Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng

SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut

Minggu, 27 November 2022

5 Guru SMPN 4 Pakenjeng Mengikuti PPG DALJAB Tahun 2022

Kepala SMPN 4 Pakenjeng Aa Kusdinar, S.Pd., M.Pd mengapresiasi guru yang telah dan sedang mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) DALJAB 2022 yang dibiayai dari APBN.
Peserta PPG Tahun 2022

Dilansir dari ppg.kemdikbud.go.id PPG Dalam Jabatan merupakan salah satu kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelesaikan dan menuntaskan sertifikasi guru dalam jabatan, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen.
Diskusi Pembelajaran

Kepala Sekolah berharap seluruh guru SMPN 4 Pakenjeng dapat terpanggil sebagai peserta PPG juga PPPK. Adapun guru yang sedang mengikuti PPG adalah Taqorub Ubaidillah, S.Pd., M.Si, guru mapel IPS, Ida Farida, S.Pd, guru mapel Bahasa Inggris, Purwanti, S.Pd guru mapel IPA, Rusmiati, S.Pd, guru mapel Bahasa Indonesia dan Annisa Soraya, S.Pd guru mapel PPKn.
Sistem PPG Daring

Keuntungan mengikuti PPG antara lain : mendapatkan ilmu seputar pedagogik, menambah wawasan keilmuan yang dapat diterapkan disekolah, mendapatkan gelar tambahan profesional dan peluang pendaftaran ASN/PPPK bagi guru honorer.

===AN===

Share:

Sabtu, 26 November 2022

Purwanti, S.Pd. Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Garut

 4pkj.scj.id_. Tanggal 25 November 2022 merupakan hari bersejarah bagi Purwanti, S.Pd. dan keluarga besar SMPN 4 Pakenjeng dikarenakan telah membawa nama harum Sekolah dan PGRI Cabang Pakenjeng saat dinyatakan sebagai pemenang peringkat ketiga Lomba Video Pembelajaran Kreatif dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke -77 tahun 2022 yang digelar oleh DPD PGRI Tingkat Kabupaten Garut.

Penyerahan Sertifikat Guru Berprestasi
Oleh Bupati Garut

Kegiatan lomba tersebut diikuti oleh guru pada semua jenjang pendidikan se-Kabupaten Garut, mulai dari guru TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Purwanti, S.Pd. adalah salah seorang guru SMPN 4 Pakenjeng yang mengajar mata pelajaran IPA, perempuan kelahiran tanah Pakenjeng ini harus bersaing ketat dalam penilaian tim juri dengan kontestan dari sekolah lain. Dengan ide dan kreatifitas dalam penyajian video pembelajaran, akhirnya masuk nominasi juara unggulan dan berujung pada peringkat ketiga.

Poto Bersama Kadisdik Kab. Garut

Keaktifan dan kreatifitas Guru yang hobi memasak dan berbisnis ini telah terasah semenjak sekolah di SDN Jatiwangi 3 Pakenjeng dan SMPN 3 Pakenjeng, untuk meraih cita-citanya kemudian melanjutkan ke SMK Mathla'ul Anwar jurusan Multimedia di Kabupaten Bandung serta lulus dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prodi Pendidikan Fisika.

Poto Bersama Bupati, Ketua PGRI Kab. Garut
dan Kasie Kurikulum Disdik Kab. Garut

Ucapan selamat dan sukses atas prestasi tersebut meramaikan status dan WA Group Sekolah usai penyerahan piagam penghargaan yang langsung diserahkan oleh Bupati Kabupaten Garut Bapak H. Rudi Gunawan, SH., MH. pada acara peringatan HUT PGRI ke-77 di alun-alun Garut Jumat, 25 November 2022. 

Sementara Kepala SMPN 4 Pakenjeng Aa Kusdinar, S.Pd., M.Pd. yang hadir dalam acara upacara HUT PGRI dan penutupan serta pengumuman pemenang lomba video pembelajaran mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas prestasi salah satu gurunya tersebut.

“Saya sangat berbangga atas prestasi yang dicapai oleh Saudari Purwanti ini sebagai juara tingkat kabupaten pada lomba video pembelajaran tingkat TK hingga SMA/SMK se-Kabupaten Garut yang diselenggarakan DPD PGRI Kabupaten Garut, terlebih prestasi ini bisa menjadi perantara melanjutkan studi ke tingkat Magister”ungkapnya.

Ia berharap guru lain dapat termotivasi dalam meningkatkan prestasi. “Harapan saya, kiranya prestasi ini menjadi pemicu semangat dan motivasi bagi guru-guru di SMPN 4 Pakenjeng untuk memacu diri meningkatkan prestasi pada ajang lomba prestasi guru,” harapnya.

Tim Pendamping Opak Ketan

Sementara dari pantauan tim redaksi Opak Ketan disela-sela poto bersama Bupati, Kadisdik dan Ketua PGRI, kebahagian terpancar dari wajah imut guru muda nan cantik ini, terlebih didampingi oleh rekan guru sejawat dan seperjuangan yang senantiasa mendukung aktifitasnya.

====AN====


Share:

Senin, 03 Oktober 2022

Menumbuhkan Budaya Literasi di Sekolah

Para Siswi SMPN 4 Pakenjeng Saat Belajar Kelompok (ilustrasi)
Para Siswi SMPN 4 Pakenjeng Saat Belajar Kelompok (ilustrasi)
Literasi merupakan kemampuan atau keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, berhitung dan memecahkan masalah dalam kehidupan keluarga, masyarakat, atau individu itu sendiri. Kemampuan tersebut tak lepas dari keberadaan sekolah dan perlu adanya proses belajar yang berkesinambungan bagi peserta didik. 

Pembiasaan dan latihan juga penting untuk dilakukan, agar nantinya peserta didik mempunyai cukup bekal untuk menghadapi dinamika kehidupan yang semakin kompleks di masa yang akan datang.  

Menurut data yang dirilis Central Connecticut State University 2016 menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia termasuk kedalam kategori rendah. Yakni menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang disurvei (Kompas, 29/08/2016). Padahal, membaca merupakan jendela informasi dan pintu gerbang dalam memperoleh wawasan dan pengetahuan. Kita bisa tahu dan mengerti berbagai hal, salah satunya dari proses membaca. Jika kemampuan membaca rendah, maka cepat atau lambat kita akan semakin tertinggal dari bangsa lain.  

Kemampuan membaca memang tidak mudah untuk dibiasakan oleh siswa. Pasalnya, di usianya yang belia, perlu pemahaman mengenai manfaat apa yang akan diperoleh dari membaca. Selain itu, proses membaca juga sulit direalisasikan jika individu tidak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap apa yang akan dibaca.  

Pembiasaan kegiatan membaca di lingkungan sekolah bisa dimulai dari membaca buku bacaan ringan. Misalnya seperti novel, komik, majalah dan buku teks yang menarik perhatian siswa. Kemudian bisa dilanjutkan dengan bacaan yang lebih tinggi, seperti buku paket, modul, diktat, dan sumber belajar lain yang menunjang pengetahuan siswa. Proses pembiasaan membaca sendiri bisa dimulai saat awal jam pembelajaran. Bisa juga berupa jadwal kunjungan ke perpustakaan setiap kelas.  

Kemampuan menulis sebenarnya tidak begitu sulit apabila siswa sudah terbiasa membaca. Karena dari proses membaca itulah mereka menyimpan berbagai kosa kata dan sudah terbiasa dengan melihat susunan kalimat dari buku bacaan. Hanya saja, perlu adanya latihan yang berkesinambungan, dan bisa dimulai dari menulis hal-hal yang menarik bagi siswa sesuai dengan usia mereka.  

Keterampilan menulis bisa dimulai dari menulis di majalah dinding kelas, mading sekolahan, atau mungkin menulis artikel pada majalah yang diterbitkan sekolah tiap semester. Sebelum tulisan karya siswa dipajang atau diterbitkan perlu direview terlebih dahulu, sehingga mereka bisa mengetahui kekurangan dari tulisannya, untuk kemudian bisa diperbaiki.  

Kemampuan berbicara juga tak kalah pentingnya dari dua kemampuan diatas. Pasalnya, individu akan terlihat menonjol jika mempunyai keterampilan berkomunikasi dengan baik. Terlebih bisa berbicara lancar di muka umum. Faktor yang sering kali menjadi resisten adalah rasa minder, tidak percaya diri, malu dan takut ditertawakan teman.  

Perlu adanya latihan dan proses belajar terus-menerus bagi siswa agar mempunyai pengalaman dalam berbicara didepan publik. Tanpa adanya latihan, sulit bagi siswa untuk mengasah dan mengembangkan keahlian soft skill yang satu ini.  

Kegiatan berbicara bisa dimulai dari presentasi dan diskusi di kelas, pidato, wawancara, dialog interaktif antar siswa dan masih banyak lagi. Tidak hanya pada mata pelajaran bahasa Indonesia, tapi juga mapel lain bisa memberikan ruang pengembangan skill berbicara bagi siswa.  

Adapun kemampuan berhitung ini sudah ada mata pelajaran tersendiri. Yakni mapel matematika yang secara khusus mengkaji ilmu hitung dan selalu ada di setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, dan SMA. Meskipun demikian, perlu adanya upaya lebih agar siswa bisa menyukai mapel tersebut. Karena dari rasa suka itulah maka kemudian akan timbul antusiasme dalam mempelajari matematika.  

Kemampuan berhitung akan selalu digunakan bagi setiap individu. Mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa untuk menunjang berbagai kebutuhan yang memerlukan pemecahan secara matematis dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi pelajar untuk tidak suka/tertarik dengan mapel yang satu ini. Mengingat manfaatnya yang besar bagi kehidupan mereka.  

Yang terakhir adalah kemampuan individu dalam memecahkan persoalan dalam keluarga, masyarakat, dan juga individu itu sendiri. Keterampilan problem solving perlu untuk dibiasakan dan dilatih sejak dini. Tujuannya agar para siswa bisa siap menghadapi realitas kehidupan dan menyelesaikan masalahnya sendiri, bukan malah lari dari masalah.  

Kemampuan penyelesaian masalah merupakan suatu proses pendewasaan bagi setiap individu. Dari masalah yang dihadapi, mereka bisa belajar dari pengalaman hidup agar nantinya jika menemukan persoalan dikemudian hari bisa menemukan solusi yang tepat.  

Harapannya ketika peserta didik lulus dari bangku sekolah, mereka siap untuk terjun dan bersosialisasi dengan masyarakat dan mampu beradaptasi dengan baik. Sehingga akan menciptakan generasi unggul dan siap dengan berbagai persoalan kompleks yang ada di tengah-tengah masyarakat, semoga.
Share:

Pramuka Penggalang SMPN 4 Pakenjeng Ikuti Seleksi Pramuka Garuda

 4pkh_sch.id_ Sabtu 1 Oktober 2022 bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila sebanyak 15 orang Pramuka Penggalang SMPN 4 Pakenjeng yang terdiri dari 7 orang penggalang putra dan 8 orang penggalang putri mengikuti seleksi Pramuka Garuda yang bertempat di gedung Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Garut.

Kegiatan kali ini di ikuti oleh lima pangkalan gugus depan yakni ; SMPN 4 Pakenjeng, SMPN 1 Garut, SMPN 1 Kadungora, SMPN 1 Leles dan SMPN Qurrota Ayyun.

Pramuka Garuda

Proses seleksi pramuka garuda ini diawali dengan pengumpulan portofolio satu bulan sebelum pelaksanaan seleksi yang diverifikasi oleh tim penilai. Pada pelaksanaannya seluruh peserta mengikuti seleksi yang dimulai dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 15.30 WIB. Adapun mata uji kompetensi yang diujikan meliputi ; IPU dan IPK, wawancara, sandi dan semaphore, hasta karya (miniatur jembatan sederhana dan menara pandang, PBBAB, PPGD dan kreasi seni. 

Poto Bersama

Aceng Juhara, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyampaikan bahwa seleksi ini dalam rangka memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk adik-adik penggalang yang telah berproses dalam kegiatan kepramukaan di gugus depan serta lulus dengan hasil yang memuaskan dan diharapkan nantinya menjadi pioner tumbuh kembangnya pramuka di Wilayah Pakenjeng dan Kabupaten Garut pada umumnya.

Kegiatan tersebut didampingi langsung Mabigus yang juga Kepala SMPN 4 Pakenjeng Aa Kusdinar, S.Pd., M.Pd. Ka Aa mengungkapkan bahwa pramuka garuda merupakan pramuka yang memiliki keunggulan dan kelebihan. Untuk itu, diharapkan pramuka memiliki sikap mandiri, beriman dan bertakwa serta bernalar kritis dan terus berkarya, berkreasi sesuai karsa dan rasa yang dapat diwujudkan dengan berbakti sebagai Pramuka yang luar biasa, ujarnya.

Dokumentasi Kegiatan

Ucapan terimakasih juga Ka Aa sampaikan kepada seluruh pembina yang senantiasa mendampingi dan melatih para peserta tanpa lelah dan luhlah, semoga menjadi amal kebaikan bagi semuanya.

Perlu diketahui Pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Pramuka Garuda diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 038 tahun 2017 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Garuda.

dok

Seorang peserta didik yang telah mencapai tingkatan terakhir dalam golongannya, dan telah memenuhi persyaratan untuk menjadi Pramuka Garuda, berhak mengajukan permohonan kepada Kwartir melalui pembina gudepnya untuk dapat mengikuti uji kelayakan untuk dapat naik ke tingkatan Garuda. Setelah mengajukan permohonan, Kwartir akan mengevaluasi peserta didik itu tentang kelayakan, baik dalam segi mental, ataupun sisi kelayakan persyaratan. Setelah dinilai cakap dan memenuhi persyaratan, calon Pramuka Garuda akan wawancarai oleh tim penguji yang terdiri dari tokoh kwartir, gugus depan, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat.

=====



 

Share:

Senin, 19 September 2022

Generasi Milenial dan Media Sosial

Para Siswi SMPN 4 Pakenjeng Belajar IT (ilustrasi)
Para Siswi SMPN 4 Pakenjeng Belajar IT (ilustrasi)
Generasi milenial diartikan sebagai generasi yang lahir era 2000-an dan mempunyai minat yang tinggi terhadap isu aktual dan tidak lepas dari gaya hidup yang serba instan, modern, kekinian dan mudah menerima perubahan. Generasi milenial akrab dengan dunia teknologi informasi dan komunikasi. Tidak sedikit diantara mereka yang memanfaatkan sarana komunikasi untuk berbagi informasi kepada khalayak umum dengan mudah dan cepat tanpa adanya batasan ruang dan waktu. 

Media sosial cukup akrab di kalangan anak muda generasi milenial. Tanpa media sosial mungkin mereka tidak bisa hidup dan menunjukkan eksitensinya. Tidak heran jika banyak diantara mereka cukup akrab menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial yang cukup nge-trend diantaranya instagram, telegram, youtube, whatsapp, facebook, twitter, dll.  

Pemanfaatan media sosial yang ceroboh, tidak hati-hati, dan asal-asalan bisa berakibat fatal bagi generasi milenial. Tidak sedikit kasus-kasus pelanggaran sosial dan tindakan pidana sebagai konsekuensi penggunaan media sosial yang tidak memperhatikan norma, etika, dan perilaku sosial.  

Menurut data KPAI tahun 2018 terdapat 679 kasus kejahatan yang menimpa anak akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dengan rincian 116 kasus anak yang menjadi korban kejahatan seksual online, 96 kasus anak pelaku kejahatan seksual online, 134 kasus anak korban pornografi dan media sosial, 112 kasus anak pelaku kepemilikan media pornografi, 109 kasus anak korban bully di medsos, dan 112 kasus anak pelaku bully di medsos (idntimes, 26/03/2019). Ini perlu mendapat perhatian lebih bagi kita semua. Utamanya anak muda generasi milenial agar lebih peka terhadap konstitusi yang berlaku di Indonesia.  

Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi, mengeluarkan pendapat di muka umum, dan memberikan kritik terhadap sesuatu yang merugikan orang banyak, tidak hanya di dunia nyata, akan tetapi juga di dunia maya, seperti media sosial. Meskipun demikian tidak serta merta bebas tanpa ada batasan. Mestinya setiap ucapan dan tindakan perlu disertai data dan fakta, sehingga apa yang disampaikan tidak menimbulkan fitnah, hoaks, dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.  

Perlu adanya pemahaman bagi generasi milenial untuk bijak dalam memanfaatkan media sosial. Sebelum membuat konten perlu adanya berbagai pertimbangan, karena nantinya akan dilihat, dibaca, dan didengar oleh banyak orang. Think before write, and think before share, perlu dipertimbangkan apa yang pantas dan tidak pantas untuk dibagikan di media sosial.  

Selama ini kita melihat tidak sedikit generasi milenial kurang memperhatikan norma yang berlaku di masyarakat, sehingga menimbulkan kegaduhan sosial, yang ujung-ujungnya sampai ke meja hijau. Alangkah baiknya jika hal-hal seperti itu kita hindari, sehingga pemanfaatan media sosial bisa lebih baik dan memberikan nilai manfaat bagi kehidupan kita.  

Media sosial sebenarnya tidak hanya bisa digunakan untuk berinteraksi sosial layaknya di dunia nyata, melainkan juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan positif. Misalnya seperti berjualan online, sarana kegiatan belajar, update informasi berita terbaru, dan masih banyak lagi.  

Ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama, agar generasi milenial tidak terjerumus kedalam lembah hitam akibat kurang bijak dan tidak peka terhadap aturan yang berlaku di masyarakat pada umumnya dan konstitusi pada umumnya.  

Sebagai orang tua, guru, warga masyarakat, dan pemerintah perlu bersama-sama sinergi untuk bekerja sama memberikan kontrol dan pengawasan terhadap sikap dan perilaku generasi milenial dalam penggunaan media sosial. Upaya pemberian pemahaman, nasihat dan peringatan perlu dilakukan sebagai upaya tindakan preventif untuk antisipasi perilaku menyimpang generasi milenial di dunia maya.  

Harapannya, dengan adanya media sosial bisa memberikan kemanfaatan untuk kita semua, yang hidup di era yang serba modern, bukan malah sebaliknya memberikan madharat. Karena dinamika kehidupan selalu mengalami perubahan dan perkembangan dari tahun ke tahun, sehingga memerlukan pola adaptasi yang baik terhadap perubahan tersebut. Kita dituntut perlu siap menyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan saat ini agar tidak semakin tertinggal, tapi jangan sampai meninggalkan dan melupakan nilai-nilai, norma, tradisi dan budaya bangsa Indonesia.
Share:

Senin, 12 September 2022

MGMP PAI Rayon 7 Selenggarakan Pembinaan GPAI

4pkj_sch.id. Sebanyak 25 GPAI dari 32 GPAI SMP Rayon 7 Wilayah Kecamatan Bungbulang dan Kecamatan Pekenjeng Kabupaten Garut  mengikuti acara Silaturahmi, Pembinaan dan Refreshment Update SIAGA dan EMIS yang bertempat di SMP ICT Pakenjeng pada tanggal 12 September 2022. Kegiatan tersebut dihadiri olah pengurus MGMP PAI Rayon 7 dan Pengawas Bina PAI Kemenag Kabupaten Garut serta tamu undangan.

Poto Bersama GPAI Rayon 7

Ketua MGMP PAI SMP Rayon 7 Harun Daya, S. Ag., MA yang juga Guru PAI SMPN 4 Pakenjeng mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan keikutsertaan GPAI dalam kegiatan ini, Harun juga menyatakan bahwa kegiatan digelar dalam rangka; sosialisasi Pengurus MGMP PAI Rayon 7 dan mempertemukan antara GPAI SMP dengan Pengawas Bina serta sosialisasi aplikasi SIAGA dan EMIS.

Dalam sambutan dan arahannya Pengawas Bina PAI Rayon 7 H. Abdul Wahid Mushofa, M.Pd. menyatakan bahwa kehadirannya sebagai upaya silaturahmi agar lebih dekat  dengan GPAI dan bisa mendengar langsung permasalahan-permasalahan dilapangan. Beliau juga menjelaskan secara detail mengenai info terbaru serta regulasi-regulasi terbaru yang berkaitan dengan program Pendidikan Agama Islam yang telah dicanangkan oleh Kantor Kementerian Agama terkait TPG, pengisian juklak juknis pengisian SIAGA dan EMIS.

Pengarahan dan Pembinaan

Selain itu menyampaikan pula pentingnya GPAI mempunyai 6 Kompetensi Guru (selain 4 Kompetensi Guru: Pedagogik, Kepribadian, Profesional, Sosial) yaitu Managerial dan Spiritual. Guru PAI harus dapat menjadi sosok uswah, teladan bagi peserta didik terutama dalam hal-hal atau kegiatan keagamaan, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

khidmat mengikuti pembinaan

GPAI yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, salahsatunya Ade Haryati, S.Pd GPAI SMPN 2 Pakenjeng merespon baik dan berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara berkala persemester atau pertriwulan, ungkapnya. 

Sebagai akhir dari rangkaian acara silaturahmi dilakukan mushofahah dan poto bersama.

=====

AN



Share:

Rabu, 24 Agustus 2022

Mengapa Latihan Upacara Memakai Bendera Hijau Kuning...?

Sebelum menjawab pertanyaan tentang penggunaan bendera hijau kuning pada saat latihan upacara, perlu sedikit diulas hal yang berkaitan dengan literasi. Kenapa...? karena literasi itu penting sebelum cari sensasi.🤭

Sumber Poto: Info Publik

Literasi yang baik dapat mengasah kemampuan untuk menjadi beripikir secara kritis, kreatif, inovatif serta menumbuhkan  rasa ingin tahu. Keterampilan berliterasi juga dapat mendorong untuk bisa memahami informasi secara reflektif dan analitis. Oleh karena itu, sebagai anak bangsa terlebih bagi yang berkecimpung dalam aktivitas ketatanegaraan harus sudah mulai menerapkan budaya membaca atau literasi.

Pentingnya literasi dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan kemampuan untuk  memahami informasi secara jelas. Penguasaan literasi ini penting dalam mencapai kesuksesan. Dengan berliterasi dapat mengembangkan wawasan seluas mungkin, sehingga semakin bertambahnya wawasan maka harapan dapat membawa dunia pendidikan Indonesia lebih maju.

Seorang intelek yang baik tidak mesti yang mempunyai gelar dan jabatan tinggi tetapi senantiasa tercemin pada kemampuan literasinya, sekolah tinggi tanpa literasi tidak akan berarti karena hasilnya "sakola tamat bodo angger".

Pentingnya kesadaran literasi sangat mendukung keberhasilan dalam membaca situasi dan kondisi serta menangani berbagai persoalan. Oleh karena itu, kunci dalam meningkatkan produktivitas bangsa adalah terletak pada keberhasilan kita dalam meningkatkan literasi. Marilah kita semua merubah pola belajar dengan memperbanyak literasi.

Kembali kepertanyaan diawal, mengapa latihan upacara memakai bendera hijau kuning..? banyak jawaban dari pertanyaan tersebut, salahsatunya karena latihan pengibaran bendera cukup beresiko terhadap bendera merah putih. Oleh karena itu untuk mengantisipasi kerusakan bendera warna merah putih saat latihan pengibaran bendera, juga sebagai bentuk nasionalisme untuk menjaga keutuhan nilai-nilai merah putih, maka saat latihan menggunakan warna lain seperti warna hijau kuning walaupun tidak ada ketentuan secara khusus untuk memakai warna tersebut.

Ketentuan mengenai pemakaian bendera merah putih  terdapat dalam UUD 1945 yang kemudian diatur dalam PP: 40 Tanggal 28 Juni 1945 (Lambang Negara “Indonesia”) 1958 – 1968 dan penjelasannya terdapat dalam lembar 1033.

Demikian.

a.n

#salam_literasi

====

(Berbagai Sumber)

Share:

Follower

Find US

Download Aplikasi Android SMPN 4 Pakenjeng