![]() |
| Para Siswi SMPN 4 Pakenjeng Saat Belajar Kelompok (ilustrasi) |
Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng
SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut
Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng
SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut
Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng
SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut
Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng
SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut
Selamat Datang di SMPN 4 Pakenjeng
SMPN 4 Pakenjeng merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Garut yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut
Senin, 03 Oktober 2022
Menumbuhkan Budaya Literasi di Sekolah
Pramuka Penggalang SMPN 4 Pakenjeng Ikuti Seleksi Pramuka Garuda
4pkh_sch.id_ Sabtu 1 Oktober 2022 bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila sebanyak 15 orang Pramuka Penggalang SMPN 4 Pakenjeng yang terdiri dari 7 orang penggalang putra dan 8 orang penggalang putri mengikuti seleksi Pramuka Garuda yang bertempat di gedung Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Garut.
Kegiatan kali ini di ikuti oleh lima pangkalan gugus depan yakni ; SMPN 4 Pakenjeng, SMPN 1 Garut, SMPN 1 Kadungora, SMPN 1 Leles dan SMPN Qurrota Ayyun.
![]() |
| Pramuka Garuda |
Proses seleksi pramuka garuda ini diawali dengan pengumpulan portofolio satu bulan sebelum pelaksanaan seleksi yang diverifikasi oleh tim penilai. Pada pelaksanaannya seluruh peserta mengikuti seleksi yang dimulai dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 15.30 WIB. Adapun mata uji kompetensi yang diujikan meliputi ; IPU dan IPK, wawancara, sandi dan semaphore, hasta karya (miniatur jembatan sederhana dan menara pandang, PBBAB, PPGD dan kreasi seni.
![]() |
| Poto Bersama |
Aceng Juhara, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyampaikan bahwa seleksi ini dalam rangka memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk adik-adik penggalang yang telah berproses dalam kegiatan kepramukaan di gugus depan serta lulus dengan hasil yang memuaskan dan diharapkan nantinya menjadi pioner tumbuh kembangnya pramuka di Wilayah Pakenjeng dan Kabupaten Garut pada umumnya.
Kegiatan tersebut didampingi langsung Mabigus yang juga Kepala SMPN 4 Pakenjeng Aa Kusdinar, S.Pd., M.Pd. Ka Aa mengungkapkan bahwa pramuka garuda merupakan pramuka yang memiliki keunggulan dan kelebihan. Untuk itu, diharapkan pramuka memiliki sikap mandiri, beriman dan bertakwa serta bernalar kritis dan terus berkarya, berkreasi sesuai karsa dan rasa yang dapat diwujudkan dengan berbakti sebagai Pramuka yang luar biasa, ujarnya.
![]() |
| Dokumentasi Kegiatan |
Ucapan terimakasih juga Ka Aa sampaikan kepada seluruh pembina yang senantiasa mendampingi dan melatih para peserta tanpa lelah dan luhlah, semoga menjadi amal kebaikan bagi semuanya.
Perlu diketahui Pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Pramuka Garuda diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 038 tahun 2017 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pramuka Garuda.
![]() |
| dok |
Seorang peserta didik yang telah mencapai tingkatan terakhir dalam golongannya, dan telah memenuhi persyaratan untuk menjadi Pramuka Garuda, berhak mengajukan permohonan kepada Kwartir melalui pembina gudepnya untuk dapat mengikuti uji kelayakan untuk dapat naik ke tingkatan Garuda. Setelah mengajukan permohonan, Kwartir akan mengevaluasi peserta didik itu tentang kelayakan, baik dalam segi mental, ataupun sisi kelayakan persyaratan. Setelah dinilai cakap dan memenuhi persyaratan, calon Pramuka Garuda akan wawancarai oleh tim penguji yang terdiri dari tokoh kwartir, gugus depan, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat.
=====
Senin, 19 September 2022
Generasi Milenial dan Media Sosial
![]() |
| Para Siswi SMPN 4 Pakenjeng Belajar IT (ilustrasi) |
Senin, 12 September 2022
MGMP PAI Rayon 7 Selenggarakan Pembinaan GPAI
4pkj_sch.id. Sebanyak 25 GPAI dari 32 GPAI SMP Rayon 7 Wilayah Kecamatan Bungbulang dan Kecamatan Pekenjeng Kabupaten Garut mengikuti acara Silaturahmi, Pembinaan dan Refreshment Update SIAGA dan EMIS yang bertempat di SMP ICT Pakenjeng pada tanggal 12 September 2022. Kegiatan tersebut dihadiri olah pengurus MGMP PAI Rayon 7 dan Pengawas Bina PAI Kemenag Kabupaten Garut serta tamu undangan.
![]() |
| Poto Bersama GPAI Rayon 7 |
Ketua MGMP PAI SMP Rayon 7 Harun Daya, S. Ag., MA yang juga Guru PAI SMPN 4 Pakenjeng mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan keikutsertaan GPAI dalam kegiatan ini, Harun juga menyatakan bahwa kegiatan digelar dalam rangka; sosialisasi Pengurus MGMP PAI Rayon 7 dan mempertemukan antara GPAI SMP dengan Pengawas Bina serta sosialisasi aplikasi SIAGA dan EMIS.
Dalam sambutan dan arahannya Pengawas Bina PAI Rayon 7 H. Abdul Wahid Mushofa, M.Pd. menyatakan bahwa kehadirannya sebagai upaya silaturahmi agar lebih dekat dengan GPAI dan bisa mendengar langsung permasalahan-permasalahan dilapangan. Beliau juga menjelaskan secara detail mengenai info terbaru serta regulasi-regulasi terbaru yang berkaitan dengan program Pendidikan Agama Islam yang telah dicanangkan oleh Kantor Kementerian Agama terkait TPG, pengisian juklak juknis pengisian SIAGA dan EMIS.
![]() |
| Pengarahan dan Pembinaan |
Selain itu menyampaikan pula pentingnya GPAI mempunyai 6 Kompetensi Guru (selain 4 Kompetensi Guru: Pedagogik, Kepribadian, Profesional, Sosial) yaitu Managerial dan Spiritual. Guru PAI harus dapat menjadi sosok uswah, teladan bagi peserta didik terutama dalam hal-hal atau kegiatan keagamaan, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
![]() |
| khidmat mengikuti pembinaan |
GPAI yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, salahsatunya Ade Haryati, S.Pd GPAI SMPN 2 Pakenjeng merespon baik dan berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara berkala persemester atau pertriwulan, ungkapnya.
Sebagai akhir dari rangkaian acara silaturahmi dilakukan mushofahah dan poto bersama.
=====
AN
Rabu, 24 Agustus 2022
Mengapa Latihan Upacara Memakai Bendera Hijau Kuning...?
Sebelum menjawab pertanyaan tentang penggunaan bendera hijau kuning pada saat latihan upacara, perlu sedikit diulas hal yang berkaitan dengan literasi. Kenapa...? karena literasi itu penting sebelum cari sensasi.ðŸ¤
![]() |
| Sumber Poto: Info Publik |
Literasi yang baik dapat mengasah kemampuan untuk menjadi beripikir secara kritis, kreatif, inovatif serta menumbuhkan rasa ingin tahu. Keterampilan berliterasi juga dapat mendorong untuk bisa memahami informasi secara reflektif dan analitis. Oleh karena itu, sebagai anak bangsa terlebih bagi yang berkecimpung dalam aktivitas ketatanegaraan harus sudah mulai menerapkan budaya membaca atau literasi.
Pentingnya literasi dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan dan kemampuan untuk memahami informasi secara jelas. Penguasaan literasi ini penting dalam mencapai kesuksesan. Dengan berliterasi dapat mengembangkan wawasan seluas mungkin, sehingga semakin bertambahnya wawasan maka harapan dapat membawa dunia pendidikan Indonesia lebih maju.
Seorang intelek yang baik tidak mesti yang mempunyai gelar dan jabatan tinggi tetapi senantiasa tercemin pada kemampuan literasinya, sekolah tinggi tanpa literasi tidak akan berarti karena hasilnya "sakola tamat bodo angger".
Pentingnya kesadaran literasi sangat mendukung keberhasilan dalam membaca situasi dan kondisi serta menangani berbagai persoalan. Oleh karena itu, kunci dalam meningkatkan produktivitas bangsa adalah terletak pada keberhasilan kita dalam meningkatkan literasi. Marilah kita semua merubah pola belajar dengan memperbanyak literasi.
Kembali kepertanyaan diawal, mengapa latihan upacara memakai bendera hijau kuning..? banyak jawaban dari pertanyaan tersebut, salahsatunya karena latihan pengibaran bendera cukup beresiko terhadap bendera merah putih. Oleh karena itu untuk mengantisipasi kerusakan bendera warna merah putih saat latihan pengibaran bendera, juga sebagai bentuk nasionalisme untuk menjaga keutuhan nilai-nilai merah putih, maka saat latihan menggunakan warna lain seperti warna hijau kuning walaupun tidak ada ketentuan secara khusus untuk memakai warna tersebut.
Ketentuan mengenai pemakaian bendera merah putih terdapat dalam UUD 1945 yang kemudian diatur dalam PP: 40 Tanggal 28 Juni 1945 (Lambang Negara “Indonesia”) 1958 – 1968 dan penjelasannya terdapat dalam lembar 1033.
Demikian.
a.n
#salam_literasi
====
(Berbagai Sumber)
Sabtu, 20 Agustus 2022
Menumbuhkan Minat Menulis Generasi Milenial
![]() |
| Kegiatan Pembelajaran di SMP Negeri 4 Pakenjeng (ilustrasi) |
Rabu, 20 Juli 2022
Media Informasi Digital, Peluang dan Tantangan
![]() |
| Ilustrasi |
















